INDONESIA
ENGLISH

Ditangkap karena Diduga Terkait Terorisme, Ojid Dibebaskan

Reporter : Redaksi | Kategori:Nasional | Dibaca:150 kali

Foto | Istimewa | dCentronews.com

Dcentronews - Sukabumi


Sempat disangka terlibat aksi terorisme, Ojid Abdul Majid (43) warga Kampung Babakan Pari RT 01/02, Desa Jayanti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akhirnya dibebaskan oleh penyidik Densus 88 Mabes Polri.

Ojid tiba di kediamannya sekira pukul 03.00 WIB, Sabtu (8/4/2017) dini hari. Baik Ojid maupun keluarga awalnya enggan menceritakan kronologi penangkapan dan pemeriksaan tersebut. Namun melihat banyaknya wartawan yang datang dan berusaha mewawancarainya akhirnya Ojid bersedia meski dengan sikap yang terlihat berhati-hati. Beberapa kerabatnya bahkan beberapa kali memotong wawancara yang dilakukan wartawan.

Mengawali ceritanya Ojid menyebut dirinya berada di tempat dan lokasi yang salah saat satu kendaraan yang sama dengan beberapa terduga pelaku terorisme. Menurut Ojid saat penyergapan oleh tim Densus 88 di dalam kendaraan ada 6 orang termasuk dirinya.

"Saat kejadian (penyergapan) dari semua yang ada di dalam kendaraan saya hanya mengenal NK (terduga teroris yang tewas) sementara 4 orang lainnya saya tidak kenal," tutur Ojid, kepada wartawan di kediamannya, Sabtu petang.

Ojid mengaku diajak ke Banten berangkat dari Sukabumi bersama NK yang baru dikenalnya selama dua pekan. Ia diperkenalkan kepada NK oleh seorang temannya. Saat itu NK mengaku berbisnis jual beli bambu. NK sendiri tercatat memiliki seorang istri di Kalapanunggal, Sukabumi.

"Berangkat ke Banten dari Sukabumi berdua dengan dia (NK), rencananya mau survey bambu di wilayah Anyer. Setibanya di Banten saya diajak ke sebuah rumah kontrakan, tidak lama kami berdua dijemput kendaraan yang di dalamnya sudah ada 4 orang lainnya, lalu kami berangkat bareng-bareng saat itu Kamis 23 Maret," lanjut Ojid.

Di tengah perjalanan terjadi penyergapan dan baku tembak antara petugas Densus 88 dan rombongan Ojid. Sayangnya Ojid enggan merinci kronologi penyergapan dan baku tembak tersebut. Namun ia mengaku saat baku tembak itu ia terserempet peluru di bahu kiri, pergelangan tangan kanan, dan dada.

Cerita pria yang sempat bekerja sebagai tenaga keamanan di salah satu perusahaan air mineral kemasan itu pun terhenti, ia hanya mengaku sempat dibawa ke markas Densus 88 lalu menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Jakarta.

"Saya sampai di rumah sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Sangat bersyukur bisa selamat dan berkumpul dengan keluarga lagi. Saya memang tidak tahu menahu kalau NK merupakan teroris," tutupnya.