INDONESIA
ENGLISH

Puluhan Perahu Terbalik di Pati Ditarik Beramai-ramai

Reporter : Redaksi | Kategori:Nasional | Dibaca:121 kali

Foto | Istimewa | dCentronews.com

Dcentronews - Pati


Sebanyak 73 perahu nelayan terhempas banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Puluhan perahu yang hanyut dan terbalik di sungai harus ditarik beramai-ramai.

Puluhan perahu yang bersandar di Sungai Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti hanyut saat sungai meluap akibat hujan deras. Ada perahu yang terlepas dari tali yang ditambatkan di pohon-pohon yang ada di pinggir sungai.

"Saat banjir airnya cukup deras. Perahu yang lepas dari tambatan langsung hanyut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/4/2017) malam.

Dia mengungkapkan perahu yang lepas kemudian terseret arus, akibatnya banyak perahu yang saling bertabrakan secara karambol dengan perahu lainnya. Perahu-perahu tersebut sebagian besar adalah milik nelayan di sekitar Desa Alasdowo. Usai melaut dan kembali ke rumah, perahu tersebut ditambatkan di pinggir sungai sepanjang Desa Alasdowo.

"Sebagian besar perahu kayu kecil. Saat tabrakan terbawa arus, banyak yang rusak dan terbalik di sungai," katanya.

Untuk menarik perahu dari tengah sungai ataupun di pinggir sungai namun kondisinya saling berhimpitan dan terbalik kata dia, ada yang di tarik menggunakan truk dan alat berat bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pati. Namun ada pula yang ditarik secara manual beramai-ramai hingga 20-an orang.

"Kejadiannya pada hari Jumat (7/4/20170 pagi, untuk menarik, membalik atau mengembalikan ke posisi semula perlu waktu lama. Ini baru selesai Sabtu sore," katanya.

Sementara itu Suharyanto (40) salah satu nelayan asal Juwana Pati yang turut membantu proses evakuasi menambahkan perahu yang terbalik di tengah untuk menarik ke pinggir kalau ditarik manual dengan tenaga manusia cukup berat dan memakan waktu lama. Perahu kayu dengan panjang 5-7 meter yang terbalik di tengah sungai saat ditarik ke pinggir membutuhkan 15-20-an orang.

"Ada yang ditarik dengan bantuan truk dan alat berat. Yang paling lama menarik perahu dalam kondisi saling berhimpitan dan terbalik. Sebagian ada yang rusak," pungkas Suharyanto.