INDONESIA
ENGLISH

Komuter Habiskan Waktu Sekitar 4 Jam di Jalan

Reporter : Redaksi | Kategori:Metropolitan | Dibaca:115 kali

Foto | Istimewa | dCentronews.com

Dcentronews - Jakarta


Harga rumah yang sudah tidak terjangkau lagi di Jakarta, menjadi salah satu pemicu para pekerja mencari rumah sampai ke kota penyangga, seperti Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Jakarta sebagai ibu kota masih menjadi sentra paling menarik sebagian besar penduduk di kota sekitarnya untuk mencari nafkah.

Akibatnya, para pekerja ini pun bertindak sebagai komuter karena harus pergi-pulang antara tempat kerja di Jakarta dan rumah di kota asalnya.

Seperti Shianne (45) yang tinggal di Cibubur dan bekerja di Jakarta. Ia biasa menggunakan moda angkutan publik seperti angkot dan disambung Transjakarta.

Pada jam-jam sibuk seperti pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, ia menghabiskan waktu 2 jam di perjalanan.

"Saat ini di luar jam sibuk, tetap saja macet karena ada proyek LRT si sekitar Cawang dan MT Haryono menuju Gatot Subroto, perjalanan dari rumah ke kantor bisa 2,5 jam," sebut dia kepada KompasProperti, Selasa (18/42017).

Dengan asumsi saat pulang kerja waktu tempuhnya sama, maka Shianne menghabiskan 4 jam di jalan.

Pengalaman berkendara yang membutuhkan waktu lama juga dirasakan oleh Firdha (26) yang memiliki rumah di Bogor dan berkantor di Jakarta Pusat.

Menurut dia, waktu yang habis di jalan ketika menggunakan kendaraan roda empat pribadi adalah selama 2 jam.

"Kalau berangkat pasti kena macet di TMII atau kadang di Cimanggis Utama sudah macet," tutur Firdha.

Lamanya waktu yang harus dihadapi komuter pun dirasakan oleh Noorman yang berangkat dari Karawang untuk bekerja di bilangan Jakarta Selatan. Hal ini memaksanya harus berangkat pukul 04.30 WIB.

"Sampai ke tempat penitipan motor sekitar jam 05.00 WIB. Lalu naik bis atau omprengan sampai Halim atau Jatibening, disambung lagi sampai kantor pukul 08.00 atau 08.30 WIB," jelasnya.