INDONESIA
ENGLISH

Pertumbuhan Kredit Bank Mulai Dekati Dua Digit

Reporter : Redaksi | Kategori:Ekonomi | Dibaca:134 kali

Foto | Istimewa | dCentronews.com

Dcentronews


BANK Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,47% pada April 2017. Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit pada Maret, yakni sebesar 9,2%.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut ditopang pertumbuhan kredit rupiah sebesar 9,67% serta kredit valuta asing sebesar 7,25%.

"Pertumbuhan kredit belum sampai dua digit. Tapi kalau lihat perkembangannya sangat positif. Posisi Maret 9,2% dan April jadi 9,47%, jadi ada tren kenaikan, terangnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/5).

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan, pertumbuhan kredit valas cukup pesat, meski masih terhitung negatif. Kredit valas secara year to date (ytd) masih negatif 0,76%, posisi itu jauh lebih baik daripada tahun lalu yang mencapai negatif 4,12%.

"Sudah terjadi kenaikan meski di awal tahun masih turun karena trennya di akhir tahun naik. Tapi ini sudah jauh sekali berbeda, tambahnya.

Secara sektoral pertumbuhan kredit ditopang oleh pertumbuhan sektor pertanian, listrik, dan konstruksi. Adapun secara segmentasi, kenaikan kredit disumbang oleh korporasi, komersial, konsumsi, dan UMKM.

Erwin mengatakan, adanya kenaikan kredit tersebut mengonfirmasi bahwa permintaan masyarakat masih kuat. Korporasi juga dipastikan memang berapa lama lalu masih konsolidasi tapi ada indikator-indikatornya. Jadi bukan hanya efisiensi saja tapi sudah memetik hasilnya.

Sementara untuk rasio kredit macet (NPL) BI menilai perbankan masih memiliki fundamental yang cukup. Pasalnya, NPL nett sebesar 1,5% jauh di bahwa batasan maksimal BI yaitu sebesar 5%. Kenaikan NPL disebabkan oleh sektor pertambangan dan konstruksi.

NPL memang naik tapi masih di batasan 5% yang kami anggap membahayakan. Apalagi NPL nett-nya selama beberapa tahun ini kisarannya di bawah 1,5% artinya ketahanan perbankan cukup kuat," tandas Gubernur BI Agus DW Martowardojo.