INDONESIA
ENGLISH

Saat Petugas SAR Selamatkan Pemudik yang Kena Asma di Tol Darurat

Reporter : Redaksi | Kategori:Polhukam | Dibaca:118 kali

Foto | Istimewa | dCentronews.com

Dcentronews - Batang



Seorang pemudik wanita terkena serangan asma sementara antrean kendaraan di jalan tol mengular panjang. Tak lama beberapa petugas Badan SAR Nasional (Basarnas) merapat ke lokasi untuk proses evakuasi.

Namun, kondisi jalan tol yang macet tak memungkinkan ambulans lewat. Petugas kemudian mengontak posko agar mengirimkan helikopter ke lokasi.

Tak lama kepulan asap berwarna merah membumbung ke udara sebagai sinyal. Helikopter pun menuju asal kepulan asap itu.

"Seorang rescuer wanita yang punya kualifikasi pertolongan gawat darurat diterjunkan. Karena untuk menolong korban wanita membutuhkan keahlian khusus karena rentan, sesuai SOP diterjunkan rescuer wanita," terang recuer Basarnas Notopurwanto menarasikan simulasi penyelamatan di jalur darurat Pemalang-Gringsing, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017).

Rescuer wanita itu kemudian meniti tali untuk menjemput pemudik yang sakit asma itu. Helikopter kemudian menuju RS Kendal sebagai rumah sakit rujukan.

"Istilahnya penyelamatan evakuasi medis udara. Kualifikasi heli rescue punya kualifikasi pertolongan gawat darurat. Saat dibawa ke atas (helikopter) korban harus berhadapan dengan rescuer, dan menjaga tanda kesadaran korban karena dari ground to lift butuh waktu," terang Notopurwanto.

Aksi simulasi itu mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas, Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono. Budi menyebut seluruh persiapan mudik 2017 merupakan hasil koordinasi dari banyak pihak.

"Bagus sekali Basarnas menurunkan 2 heli. Ini kerja bareng. Kepada kepolisian turun tuntas dari Kapolri sampai Pospol. Persiapan luar biasa saya apresiasi semua demi kepentingan masyarakat," puji Budi.

Kepala Operasional Basarnas Mayjen Heronimus Guru menyebut dua helikopter itu siaga di Posko Gringsing.

"Iya kami sediakan dua helikopter yang standby di Gringsing, " jelas Heronimus.

Seperti diketahui tahun lalu macet di ruas tol Kanci-Pejagan-Brebes Exit (Brexit) sangat parah, mencapai belasan kilometer. 12 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan atau penyakit bawaan saat melintas di jalur tersebut.

Agar kemacetan itu tak terulang tahun ini pemerintah menyiapkan tol darurat sebagai alternatif mengurai kemacetan. Di antaranya jalur Brebes Timur- Pemalang sejauh 37,3 Km. Pemudik bisa keluar melalui Pantura (Tegal) , Ujung Resi, Karang Jati, Warureja, Sewaka, Purworejo, Pantura (Pemalang), Purbalingga.

Jalur Pemalang menuju Batang sejauh 39,2 Km. Pemudik bisa keluar di Beji, Bojong, dan Kandemen.

Jalur Batang ke Semarang sejauh 36,45 Km dengan keluar Tulis, Kedongsegoro, Banyuputih, Mentosari, Gringsing. Jalur fungsional Bawen menuju Salatiga sejauh 17,57 Km dan akses keluar di Tungkir.

Jalur fungsional Solo menuju Ngawi sejauh 65 Km. Akses keluar dari jalur ini bisa melalui Ngasem, Klodran, Pungkruk, dan Widodaren.

Sementara itu jalur Ngawi menuju Kertosono memiliki panjang 35,7 Km. Akses keluar di jalur ini pemudik bisa melalui Ngawi, Madiun, Caruban dan Wilangan.