INDONESIA
ENGLISH

33.000 PNS di NTT Belum Punya Rumah

Reporter : Redaksi | Kategori:Ragam Berita | Dibaca:123 kali

Foto | Istimewa | dCentronews.com

Dcentronews - Kupang


Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Pitoby mengatakan, sebanyak 33.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah itu belum memiliki rumah.

Menurut Bobby, jumlah itu diketahui setelah REI bersama-sama dengan beberapa organisasi perangkat daerah, yang berkonsentrasi di bidang perumahan dan pengembang yang tergabung dalam kelompok kerja melakukan survei.

Jumlah itu, lanjut Bobby, hanya sebagian dari total 151.000 rumah yang masih dibutuhkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di NTT.

"Dari 151.000 rumah yang dibutuhkan di NTT, ada 33.000 PNS di NTT yang belum memiliki rumah. Kalau kita mau lihat, PNS di NTT mulai dari golongan I sampai IV, gaji pokoknya tidak mencapai Rp 4 juta, sehingga semuanya masuk kategori MBR dan berhak mendapatkan rumah," kata Bobby usai membuka kegiatan REI Expo 2017 di Lippo Plaza Kupang, Jumat (23/6/2017) malam.

Karena itu lanjut Bobby, tanggung jawab REI sebagai pengembang perumahan sampai saat ini masih besar.

REI sendiri hingga tahun 2017 ini baru bangun 3.000 unit rumah dan ini sampai kapan bisa capai 151.000 rumah.

"Dengan kondisi ini tentu sampai 20 tahun juga belum selesai, sehingga kita gandeng pengusaha dan kontraktor lokal untuk membantu membangun kebutuhan rumah yang ada di NTT," sebutnya.

Apalagi, kata Bobby, saat ini NTT adalah provinsi termiskin ketiga di Indonesia, karena itu pemerintah daerah juga harus fokus membantu perumahan untuk warganya.

Dari 16 indikator kemiskinan, tujuh di antaranya adalah rumah. Bobby juga menyayangkan sikap pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di NTT yang dinilainya belum membantu MBR untuk mendapatkan rumah.

Bobby juga merasa sangat aneh karena ada beberapa pemerintahan daerah yang justru membantu memfasilitasi PNS untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor.

Nilai kendaraan itu 10 tahun mendatang akan turun bahkan anjlok, sementara rumah 10 tahun mendatang harganya akan naik.

"Kendaraan bukan kebutuhan pokok, karena kebutuhan pokok itu makanan, minuman, pakaian dan rumah," tegasnya.

Karena itu, Bobby berharap, pemerintah daerah dan kota bisa membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah.